Translate

News Update :
Hot News »
Bagikan kepada teman!

Bahaya Pencemaran Air oleh Logam Berat

Pencemaran lingkungan khususnya perairan saat ini bukan hanya menjadi masalah nasional tetapi juga internasional. Masalah pencemaran lingkungan tersebut tidak bisa dipisahkan dengan toksikologi (pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup). Dalam dasawarsa terakhir ini toksikologi logam berat seperti merkuri, timbal, tembaga, kadmium menjadi masalah yang menghebohkan dunia internasional. Mari kita mengetahui tentang logam berat dan bahaya pencemaran air oleh logam berat.

Logam Berat
Logam berat (heavy metal atau trace metal) merupakan istilah yang digunakan untuk menamai kelompok metal dan metalloid dengan densitas/ berat jenis lebih besar dari  5 g/cm3.

Sesungguhnya, istilah logam berat hanya ditujukan kepada logam  yang mempunyai berat jenis lebih besar dari 5 g/cm3. Namun, pada kenyataannya, unsur-unsur metaloid yang mempunyai sifat berbahaya  juga dimasukkan ke dalam kelompok tersebut. Dengan demikian, yang termasuk ke dalam kriteria logam berat saat ini mencapai lebih kurang 40 jenis unsur.

Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat dapat dibagi dalam dua  jenis. Jenis pertama adalah
logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam  jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn, dan lain sebagainya. Jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr, As dan lain-lain.

Bahaya Pencemaran Air oleh Logam Berat
Penyebab terjadinya pencemaran logam berat pada perairan itu sendiri biasanya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh limbah buangan industri dan pertambangan. Disamping adanya sumber alami yang membuat masuknya logam berat ke dalam peraian, seperti: logam-logam  yang dibebaskan aktivitas gunung berapi di laut dalam dan logam-logam yang dibebaskan dari partikel atau sedimen oleh proses kimiawi, serta logam yang berasal dari sungai dan hasil abrasi  pantai oleh aktivitas gelombang dan lain-lain.

Logam berat sebagai polutan yang masuk ke dalam air itu dapat mengikuti rantai makanan mulai dari fitoplankton sampai ikan predator dan pada akhirnya sampai ke manusia. Bila polutan ini berada dalam jaringan tubuh organisme laut tersebut dalam konsentrasi yang tinggi, kemudian dijadikan sebagai bahan makanan maka akan berbahaya bagi kesehatan manusia

Dan seperti penjelasan sebelumnya bahwa logam berat dianggap berbahaya bagi kesehatan bila terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh. Beberapa di antaranya bersifat membangkitkan kanker (karsinogen). Demikian pula dengan bahan pangan dengan kandungan logam berat tinggi dianggap tidak layak konsumsi.

Logam berat dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.

Logam berat jika sudah terserap ke dalam tubuh maka tidak dapat dihancurkan tetapi akan tetap tinggal di dalamnya hingga nantinya dibuang melalui proses eksresi. Manusia sebagai mahluk omnivora (pemakan segala), rentan sekali terkena penyakit yang berasal dari bahan makanan yang tercemar oleh logam berat. Sumber-sumber kontaminannya yaitu sayur-sayuran maupun ternak yang terkontaminasi logam berat dari air penyiramnya yang mengandung logam berat atupun rumput yang dimakan ternak yang terkontaminasi oleh logam berat dari air yang diserapnya.

Berikut beberapa contoh logam berat dan bahayanya jika masuk ke tubuh manusia:
1. Arsen
   Arsen (As) atau arsenik sebagian besar terdapat di alam dalam bentuk senyawa dasar yang berupa substansi anorganik. Arsen anorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada manusia. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (1975), arsen anorganik merupakan racun yang sangat kuat jika masuk ke dalam tubuh manusia, senyawa tersebut dapat merusak ginjal, dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan kronis, terutama kanker.

Arsen banyak ditemukan di dalam air tanah. Hal ini disebabkan arsen merupakan salah satu mineral yang memang terkandung dalam susunan batuan bumi

2. Merkuri
    Merkuri (Hg) atau air raksa adalah logam yang ada secara alami, merupakan satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair. Merkuri (Hg) dapat berakumulasi dan terbawa ke organ-organ tubuh lainnya, menyebabkan bronchitis, sampai rusaknya paru-paru. Gejala keracunan Merkuri tingkat awal, pasien merasa mulutnya kebal sehingga tidak peka terhadap rasa dan suhu, hidung tidak peka bau, mudah lelah, gangguan psikologi (rasa cemas dan sifat agresif), dan sering sakit kepala.

Merkuri dapat merusak sel-sel saraf di otak kecil dan gangguan pada luas pandang jika terakumulasi tinggi dalam tubuh manusia. Turunan oleh Merkuri (biasanya etil merkuri) juga dapat menyebabkan cerebral palsy maupun gangguan mental pada bayi dalam kandungan. Sedangkan keracunan Merkuri yang akut dapat menyebabkan kerusakan saluran pencernaan, gangguan kardiovaskuler, kegagalan ginjal akut maupun shock.

Sumber-sumber merkuri yaitu dapat berasal dari air sisa-sisa penambangan yang mengandung Hg dibiarkan mengalir ke sungai dan dijadikan irigasi untuk lahan pertanian.

3. Timbal
    Adanya Timbal (Pb) dalam peredaran darah dan otak dapat menyebabkan gangguan sintesis hemoglobin darah, gangguan neurologi (susunan syaraf), gangguan pada ginjal, sistem reproduksi, penyakit akut atau kronik sistem syaraf, dan gangguan fungsi paru-paru. Selain itu, dapat menurunkan IQ pada anak kecil jika terdapat 10-20 myugram/dl dalam darah.

4. Cadmium
    Kadmium (Cd) jika terakumulasi dalam tubuh pada jangka waktu yang lama dapat menghambat kerja paru-paru, bahkan mengakibatkan kanker paru-paru, mual, muntah, diare, kram, anemia, dermatitis, pertumbuhan lambat, kerusakan ginjal dan hati, dan gangguan kardiovaskuler. Kadmium dapat pula merusak tulang (osteomalacia, osteoporosis) dan meningkatkan tekanan darah. Gejala umum keracunan Kadmium adalah sakit di dada, nafas sesak (pendek), batuk-batuk, dan lemah.

5. Kromium
    Chromium (Cr) dalam tubuh dapat berakibat buruk terhadap sistem saluran pernafasan, kulit, pembuluh darah, dan ginjal.

6. Tembaga
    Tingginya tingkat cemaran Cu akan berdampak negatif terhadap manusia, yaitu dapat menimbulkan keracunan. Gejala yang timbul pada keracunan Cu akut adalah mual, muntah- muntah, menceret, sakit perut hebat, dan hemolisis darah. Pencemaran logam Cu pada bahan pangan pada awalnya terjadi karena
penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan. Meskipun demikian, pengaruh proses pengolahan akan dapat mempengaruhi status keberadaan tersebut dalam bahan pangan.

Dampak kandungan logam berat memang sangat berbahaya bagi kesehatan. Namun, kita dapat mencegahnya dengan meningkatkan kesadaran untuk ikut serta melestarikan sumber daya hayati serta menjaga kesehatan. Salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan adalah dengan mendeteksi kondisi air yang kita gunakan sehari-hari, terutama kebutuhan untuk minum. Jika kondisi air sudah terdeteksi, maka akumulasi logam berat dalam tubuh dapat dicegah.


Kesadaran akan bahaya pencemaran air oleh logam telah menghasilkan beragam metode pengolahan air hadir bersama kemajuan teknologi untuk mengurangi konsentrasi logam berat. Beberapa metoda itu adalah Reverse Osmosis, Ultrafiltrasi, serta AOP. Enerba Teknologi termasuk salah satu perusahaan yang menyediakan sistem peralatan pengolahan air bersih dengan teknologi AOP, RO, Ultrafiltrasi dll. Silahkan kunjungi website Enerba Teknologi untuk penjelasan lebih detail.



Sumber:
repository
academia
komentar | | Read More...

Teknologi AOP : Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah

Saat ini pengolahan air limbah menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah air bersih. Ya dengan semakin berkurangnya sumber air bersih, semakin banyaknya pencemaran air dimana-mana, serta limbah cair yang dihasilkan dari industri-industripun perlu pengelolaan yang baik, maka pendaur ulangan air limbah menjadi air bersih bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Teknologi pengolahan air limbah sendiri saat ini begitu beragam, dan umumnya pengolahan air limbah (limbah cair) dilakukan dengan cara biologi dan dengan cara fisika atau kimia. Namun dengan adanya perubahan pada teknologi manufaktur, mengakibatkan terjadinya perubahan komponen kimia organik yang dibuang. Dan hal inilah yang menjadi permasalahan dalam pengolahan air limbah, dimana bahan kimia yang dihasilkan dari proses manufaktur begitu banyak, hingga bila menggunakan metode-metode diatas akan terlalu sulit dan mahal. Apalagi peraturan dan standar baku pembuangan air limbah industri semakin ketat, sehingga pengolahan air limbah banyak di abaikan oleh kalangan industri. Namun akan terjadi pencemaran lingkungan air dan udara jika limbah dibuang ke alam, karena pada umumnya senyawa organik tersebut beracun.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kini telah dikembangkan teknologi bersih pengolahan air limbah, yaitu teknologi oksidasi lanjutan atau Advanced Oxidation Processes (AOP). "Teknologi bersih pengolahan air limbah AOP" ini sudah dapat diaplikasikan di industri dengan kemampuan yang lebih maju dibandingkan pengolahan air limbah lainnya.



Prinsip teknologi AOP adalah menciptakan oksidasi yang kuat dengan bantuan tenaga listrik dengan tegangan dan frekuensi tertentu. Teknologi AOP adalah satu atau kombinasi dari beberapa proses seperti ozon, hidrogen peroksida, sinar ultraviolet, titanium oksida, fotokatalis, sonolis, plasma serta beberapa proses lain yang menghasilkan radikal hidroksil. Radikal hidroksil (OH°) adalah radikal bebas (oksidan) yang sangat reaktif yang menghancurkan polutan di dalam air. Radikal hidroksil (OH°) tidak hanya menguraikan senyawa-senyawa organik, namun juga sekaligus dapat menghilangkan kandungan senyawa-senyawa turunan yang kemungkinan terbentuk selama proses oksidasi berlangsung. Hal tersebut dapat ditunjukan pada hasil akhir dari proses oksidasi pada AOP, yaitu hanya ada karbon dioksida (CO₂) dan air (H₂O) saja. Proses ini sekaligus menjadikan air hasil dari proses pengolahan air limbah akan dapat dipergunakan kembali sebagai air baku dalam proses manufaktur. Sedangkan untuk kandungan logam berat tersebut akan dapat didaur ulang kembali dengan menggunakan proses selanjutnya.

Teknologi AOP tidak menghasilkan produk tambahan dan lumpur sehingga tidak perlu penanganan lebih lanjut, dan pada Teknologi AOP pemakaian footprintnya sangat kecil.

Dari berbagai proses yang dapat dilakukan pada Teknologi AOP, kombinasi antara proses ozon dan sinar ultraviolet serta H₂O₂ sangat potensial untuk mengoksidasi berbagai senyawa organik dan bakteri yang mungkin ada dalam limbah cair. Ketiga proses tersebut aman, berkelanjutan dan merupakan teknologi ramah lingkungan (teknologi bersih).

Teknologi AOP (Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah) dengan kombinasi ozon dan sinar ultraviolet memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah:
1. Areal instalasi pengolahan air limbah yang dibutuhkan tidak luas
2. Waktu pengolahan cepat
3. Penggunaan bahan kimia sedikit
4. Penguraian senyawa organik efektif
5. Keluaran (output) limbah yang berupa lumpur (sludge) sedikit
6. Air hasil pengolahan dapat dipergunakan kembali.

Teknologi AOP (Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah) dengan kombinasi ozon dan sinar ultraviolet ini radikal hidroksilnya sangat efektif dalam menghilangkan warna dan bau yang terkandung dalam limbah cair.

Silahkan anda hubungi Enerba teknologi untuk keterangan lebih lanjut tentang "Teknologi AOP: Teknologi Bersih Pengolahan Air Limbah"

Sumber:
- Materi Conference Enerba Teknologi (MTFD Conference)
- Makalah Anto Tri S dari docstoc
komentar ( 1 ) | | Read More...

Teknologi Membran Dapat Mengolah Air Banjir Menjadi Air Bersih

Masalah air bersih memang masih menjadi masalah yang begitu krusial, pencemaran air terjadi dimana-mana, terutama jika terjadi bencana seperti banjir. Ya, air bersih tentu akan sangat sulit diperoleh di daerah yang terkena banjir. Kebutuhan masyarakat akan air bersih diperkirakan bisa mencapai 60 liter per orang per hari, sedangkan dalam kondisi normal hanya 10 liter per orang per hari.

Ketika banjir terjadi, sumur gali dan sungai yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber air bersih tentu menjadi keruh dan tercemari oleh air banjir, PAM pun tentu terhenti karena sebagian besar pompa distrubusi air terendam banjir.

Kondisi banjir memang mengganggu kebutuhan pasokan air bersih, air banjir sendiri tentu tidak baik untuk dipergunakan, terutama untuk dikonsumsi, karena sudah tercemar dan didalamnya mengandung zat-zat berbahaya untuk dikonsumsi. Maka perlu dilakukan pengolahan air banjir untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kala banjir. Dan pengolahan air banjir menjadi air bersih ini dapat dilakukan dengan menggunakan Teknologi membran.


Penggunaan teknologi membran dalam pengolahan air banjir dilakukan setelah air banjir melewati proses penyaringan kasar terlebih dahulu, yaitu menyaring sampah-sampah dan kotoran kasar lainnya, salah satunya adalah dengan sand filter (filter pasir). Setelah melewati beberapa proses baru dapat di proses dengan menggunakan teknolgi membran. Teknologi membran yang digunakan untuk mengolah air banjir ini adalah Filtrasi Ultra atau Ultra Filtration (UF). Ukuran pori-pori pada membran Ultra Filtration adalah 0,01 µm - 0,001 µm, air kotor yang melewati membran Ultra Filtration (UF) ini akan sangat jernih. Protein, pati, antibiotik, silika koloid, gelatin, organik, pewarna, lemak hingga bakteri dapat tersaring oleh membran Ultra Filtration (UF) atau Filtrasi Ultra, air yang dihasilkan dapat dpergunakan untuk masak, mencuci, mandi dan lain sebagainya.

Air yang telah melewati proses Filtrasi Ultra atau Ultra Filtration disarankan untuk tidak langsung diminum. Apalagi jika air kotornya mengandung garam yang memiliki rasa asin atau payau, maka kandungan garamnya tidak akan berkurang walaupun telah melewati membran Ultra Filtration (UF). Oleh karena itu perlu adanya proses desalinasi untuk mengurangi kadar garamnya yaitu dengan menggunakan Membran Reverse Osmosis yang pori-porinya sangat kecil yaitu 0,0001µm. Dengan pori-porinya yang sangat kecil Membran Reverse Osmosis mampu menyaring ion logam, asam, gula, garam cair, pewarna, resin alami, residual paint, monovalen, BOD, COD. Sehingga air yang dihasilkan pada akhir proses pengolahan air ini adalah air yang layak dan aman untuk dikonsumsi.

Jadi Teknologi Membran memang solusi yang tepat dalam pengolahan air, termasuk air limbah seperti air banjir (Waste Water Treatment). Dan air banjirpun kini dapat menjadi layak minum setelah diolah dengan Teknologi Membran.

Anda membutuhkan  instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau WWTP seperti dalam penggunaan Teknologi Membran yang dapat mengolah Air Banjir menjadi Air Bersih? Silahkan kunjungi ENERBA TEKNOLOGI untuk penjelasan lebih detail.

Sumber:
Enerba Teknologi
Kelair





komentar ( 2 ) | | Read More...

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA)

Kali ini kami akan membahas tentang "Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA)", yang merupakan bangunan atau konstruksi pokok dari sistem pengolahan air bersih. Di dalam pengolahan air bersih secara umum terdapat 3 bangunan atau konstruksi, yaitu: Intake, Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA), dan Reservoir.

-Intake

Intake merupakan bangunan atau konstruksi pertama untuk masuknya air dari sumber air. Pada bangunan atau kontruksi Intake ini biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air. Kemudian air akan di pompa ke bangunan atau konstruksi berikutnya, yaitu Water Treatment Plant (WTP).

-Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA)


Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitaas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu atau siap untuk di konsumsi. Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih dan sehat untuk di konsumsi. Biasanya bangunan atau konstruksi ini terdiri dari 5 proses, yaitu: koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.

1.Koagulasi
Pada proses koagulasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) dilakukan proses destabilisasi partikel koloid, karena pada dasarnya sumber air (air baku) biasanya berbentuk koloid dengan berbagai koloid yang terkandung didalamnya. Tujuan proses ini adalah untuk memisahkan air dengan pengotor yang terlarut didalamnya. Proses destabilisasi ini dapat dilakukan dengan penambahan bahan kimia maupun dilakukan secara fisik dengan rapid missing (pengadukan cepat), hidrolis (terjunan atau hydrolic jump), maupun secara mekanis (menggunakan batang pengaduk).

2.Flokulasi
Proses flokulasi pada Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) bertujuan untuk membentuk dan memperbesar flok (pengotor yang terendapkan). Disini dilakukan pengadukan lambat (slow mixing), aliran air disini harus tenang. Untuk meningkatkan efisiensi biasanya ditambah dengan senyawa kimia yang mampu mengikat flok-flok.

3.Sedimentasi
Proses sedimentasi menggunakan prinsip berat jenis, dan proses sedimentasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh proses sebelumnya (partikel koloid lebih besar berat jenisnya daripada air).
Pada masa kini proses koagulasi, flokulasi dan sedimentasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) ada yang dibuat tergabung menjadi sebuah proses yang disebut aselator.

4.Filtrasi
Dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) proses filtrasi, sesuai dengan namanya bertujuan untuk penyaringan. Teknologi membran bisa dilakukan pada proses ini, selain bisa juga menggunakan media lainnya seperti pasir dan lainnya. Dalam teknologi membran proses filtrasi membran ada beberapa jenis, yaitu: Multi Media Filter, UF (Ultrafiltration) System, NF (Nanofiltration) System, MF (Microfiltration) System, RO (Reverse Osmosis) System.


5.Desinfeksi
Setelah melewati proses filtrasi dan air bersih dari pengotor, ada kemungkinan masih terdapat kuman dan bakteri yang hidup, sehingga diperlukan penambahan senyawa kimia dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dapat mematikan kuman, biasanya berupa penambahan chlor, ozonosasi, UV, pemabasan dll sebelum masuk ke konstruksi terakhir yaitu reservoir.

-Reservoir

Konstruksi Reservoir dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan.

Demikian pembahasan umum tentang Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan proses-prosesnya. Kunjungi "Enerba Teknologi", yang secara profesional menyediakan sistem peralatan penyediaan air bersih, termasuk diantaranya Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA), enerba teknologi juga memberikan solusi penghematan energi bagi penggunaan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) tersebut.


Sumber:
- enerba teknologi
aryansah blog
- slide share

komentar ( 6 ) | | Read More...

Teknologi Membran dalam Pengolahan Air Bersih

Kali ini akan kita bahas tentang Teknologi Membran dalam pengolahan air bersih. Reverse Osmosis (Osmosa Balik atau Osmosis Terbalik) yang telah dibahas pada artikel kami sebelumnya juga merupakan salah satu teknologi membran.

Teknologi membran memang sudah banyak digunakan di negara-negara maju, termasuk penggunaan teknologi membran dalam pengolahan air bersih, karena teknologi membran merupakan teknologi bersih yang ramah lingkungan (tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan). Teknologi membran dapat mengurangi senyawa organik dan anorganik yang berada dalam air tanpa adanya pengubahan bahan kimia dalam pengoperasiannya.

Proses membran yang dikenal luas dalam proses pengolahan air adalah proses membran berbasis gaya dorong tekanan seperti:

  • Mikrofiltrasi (MF)
  • Ultrafiltrasi (UF)
  • Nanofiltrasi (NF), dan
  • Reverse Osmosis (RO)
  • Proses membran tersebut merupakan tipe atau jenis membran berdasarkan pori membran.


    Keterangan mengenai Jenis Membran yang digunakan dalam pengolahan air bersih, adalah sebagai berikut:


    Dan materi-materi yang dapat dipisahkan oleh ke 4 proses membran tersebut adalah:


    Dikutip dari website resmi Prof. I Gede Wenten, yang merupakan penemu membran dan alumni ITB terbaik 1982, dan pernah juga menjadi pembicara pada "MTFD Conference 2014", bahwa proses membran merupakan pilihan yang tepat untuk produksi air minum dengan kemampuannya untuk merejeksi kontaminan organik dan anorganik yang berasal dari air. Membran telah teruji dalam pengolahan air dengan kapasitas berkisar dari 40-250.000 m3/hari dengan berbagai jenis umpan seperti air sumur dalam, air tanah, air payau, dan air laut.

    Pengembangan teknologi membran yang terus berlanjut dan semakin banyaknya plant yang telah teruji semakin membuktikan bahwa masa depan teknologi pengolahan air adalah teknologi membran. Hal ini didukung pula dengan semakin terjangkaunya harga unit membran selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Saat ini, proses berbasis membran telah dikembangkan pula untuk aplikasi selain pengolahan air, di antaranya penggunaan fuel cell di bidang energy, membran kontaktor, serta membran gas separation.

    Sumber:
    Enerba Teknologi dan Materi Membrane Technology For Desalination, Clean Water and Energy Efficiency Conference
    I Gede Wenten
    komentar | | Read More...

    Dokumentasi Acara MTFD Conference 2014 di Hotel Bidakara Jakarta

    Alhamdulillah, acara MTFD Conference (Membrane Technology for Desalination, Clean Water and Energy Effisiency Conference) alias Konferensi Teknologi membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi yang diadakan oleh PT. Enerba Teknologi yang bekerjasama dengan BPPT, serta didukung oleh PT. Sinergi Mitra Teckindo, di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, pada tanggal 29 -30 Oktober 2014 lalu telah berlangsung dengan baik.

    Acara ini dihadiri oleh 43 peserta dari berbagai kalangan, dari kalangan pemilik dan pekerja di sektor industri maupun kalangan universitas.


    Acara MTFD (Membrane Technology for Desalination, Clean Water and Energy Effisiency) Conference 2014 sendiri bertujuan untuk mempercepat pemahaman di masyarakat berkaitan dengan teknologi membran untuk pengolahan air bersih (termasuk desalinasi), dan juga teknologi untuk efisiensi energi. Melalui acara ini diharapkan masyarakat mampu memahami perkembangan teknologi yang sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan di lingkungannya.

    Acara MTFD (Membrane Technology for Desalination, Clean Water and Energy Effisiency) Conference 2014 terbagi dalam 2 sesi yaitu Konferensi dan Workshop.

    1. Konferensi

    Konferensi diadakan pada tanggal 29 Oktober 2014, di ruang Bima, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Acara ini di mulai pada pukul 8.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara DR. Eng. Joni Prasetyo dan Guess Speaker dari PT.Sinergi Mitra Teckindo, lalu dilanjutkan dengan presentasi dari Plenary Lecture (Prof. I Gede Wenten dan Khoo Teng Guan), Keynote Speaker (DR. Yusuf Wibisono, Dr. Saeful, DR. Ir. Arie Harie Herlambang, M.Si, Dwi Handayana, Ir. MK3, DR. Achmadin Luthfi Machsun, dan DR. Hariyanto).


    Materi yang disampaikan pada acara Konferensi (MTFD Conference 2014) adalah:



  • Real time air and water quality monitoring system
  • Intensification in large scale SWRO plant
  • Energy recovery
  • The cause and counter measure of membrane fouling on two-phase flow for fouling control in membranes
  • FO membrane application for desalination as new approach in water desalination
  • Implementatif Reverse Osmosis in coastal area and small island in Indonesia
  • Waste water treatment
  • Membrane technology
  • Energy efficiency technology


  • Dalam Acara ini tampak para peserta cukup antusias, terutama saat sesi tanya jawab


    2.Workshop

    Workshop diadakan pada tanggal 30 Oktober 2014, pukul 08.00 - 16.30 WIB, di ruang Nakula, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Yang dibahas pada Workshop MTFD Conference 2014, adalah:

    Membrane Filtration Technology for Portable Application:


  • Basic parameters of RO process
  • Commercial membranes and membrane module configurations
  • Water chemistry of the desalination process
  • RO System configuration
  • Membrane fouling and performance recovery
  • Bio-fouling control in Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Membrane


  • Wastewater Treatment Technology:

  • Basic principles WWTP units/WWT
  • Understand the importance if periodic evaluation unit WWTP/WWT
  • Understand how to optimize WWTP units/WWT so that it can reach of the waste water more optimal according to government regulations
  • Open a new discourse Biodeaner and AOP technologies in WWT optimization.



  • Pada workshop MTFD Conference 2014 ini DR. Ir. Arie Harie Herlambang, M.Si, Dwi Handayana, Ir. MK3, dan DR. Achmadin Luthfi Machsun yang mengisi acara.
    komentar | | Read More...

    Ciri air yang layak minum

    Air memang sangat penting bagi kehidupan, tidak ada manusia yang mampu hidup tanpa air. Setiap harinya, tubuh manusia itu membutuhkan 5-8 gelas air. Dan tentu saja air yang dibutuhkan manusia itu adalah air bersih, air yang sehat atau air yang layak minum.

    Kondisi lingkungan saat ini memang telah membuat sumber air bersih terutama air yang layak minum semakin hari semakin berkurang, tidak semua orang di dunia ini yang mudah mendapatkan air bersih. Pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran air terjadi dimana-mana. Dengan adanya pencemaran air ini, tentu sangat penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri air yang layak minum, bukan sekedar bersih tapi juga baik untuk kesehatan ketika diminum. Karena bisa saja air yang tidak sehat masuk ke dalam tubuh tanpa kita sadari.



    Kali ini blog pengolahan air bersih akan berbagi tentang standar air bersih yang sehat dan layak minum (dikonsumsi).  Ciri-ciri air yang layak minum, yaitu apabila telah sesuai dengan standar air bersih, yaitu sesuai dengan syarat sebagai berikut:

    Syarat Fisik:




  • Warna: air layak minum itu bening tidak keruh atau tidak berwarna apapun.




  • Bau: air layak minum seharusnya tidak berbau, karena bau bisa ditimbulkan oleh adanya pembusukan zat organik seperti bakteri dan kemungkinan merupakan akibat tak langsung dari pencemaran lingkungan.




  • Rasa: rasa dari air layak minum itu tidak aneh diluar dari rasa tawar khas air, atau tidak berasa. Adanya rasa lain pada air, menandakan adanya kandungan lain dalam air, jika getir di lidah kemungkinan mengandung zat yang tidak baik bagi kesehatan.




  • Partikel Fisik: air layak minum tidak mengandung partikel fisik, baik itu melayang maupun mengendap




  • Suhu: suhu air yang layak minum adalah 10-25


  • Syarat Kimia:




  • Ciri air yang layak minum adalah tidak mengandung bahan kimia yang mengandung racun, misalnya tidak mengandung Pb (timah), oleh karena itu tidak dianjurkan menggunakan pipa berbahan timah, air layak minum juga memiliki Ph 6,5-9,2, serta cukup yodium


  • Syarat Bakteriologis:
    Syarat ini berhubungan dengan kandungan mikroorganisme atau jasa renik di dalam air minum


  • Dalam 1cc air minum jumlah kuman harus kurang dari 100 kuman.



  • Tidak boleh mengandung bakteri E.Coli, bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan dan juga bakteri pathogen.


  • Setelah memperhatikan syarat air bersih (ciri air yang layak minum) ini, kita bisa dengan mudah mengenali apakah air yang akan masuk ke dalam tubuh kita aman bagi kesehatan kita atau tidak.

    Berbicara tentang ciri air yang layak minum, beragam teknologi pengolahan air juga tentu telah mampu menghasilkan air bersih yang layak untuk minum. Teknologi pengolahan air bersih ini sangat diperlukan, mengingat masalah air bersih yang telah menjadi masalah di seluruh dunia, baik itu adanya pencemaran yang membuat air bersih menjadi berkurang, atau lebih sedikitnya air tawar yang ada di permukaan bumi ini. Salah satu teknologi pengolahan air bersih yang dapat menghasilkan air layak minum adalah Teknologi Membran Reverse Osmosis (Osmosis Terbalik), baik itu desalinasi (pengolahan air asin dan air payau menjadi air tawar), maupun untuk mengolah air tanah menjadi air layak minum yang bebas bakteri dan kuman. Semua ciri air layak minum dan syarat air bersih tentu bisa didapat dengan pengolahan air menggunakan Teknologi Membran Reverse Osmosis ini, karena hasil akhir Teknologi Membran Reverse Osmosis juga adalah air layak minum.

    Silahkan anda baca artikel di blog ini untuk mengetahui tentang Teknologi Membran Reverse Osmosis (Osmosis Terbalik), atau kunjungi web "Enerba Teknologi". Atau anda juga bisa langsung mengikuti "Konferensi dan Workshop Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih" yang akan diadakan akhir bulan Oktober di Jakarta.

    Sumber:
    kamus ilmiah
    - properti kompas
    - bolehjuga
    komentar | | Read More...

    Konferensi & Workshop Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih & Efisiensi Energi (MTFD) 2014

    Ayooo ikuti Konferensi (Seminar) dan Workshop (Pelatihan): Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi atau “Membrane Technology for Desalination, Clear Water and Energy Efficiency” (MTFD Conference) 2014. MTFD Conference 2014 diselenggarakan oleh "Enerba Teknologi" bersama "BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)", serta di sponsori oleh "IJSE (International Jurnal of Science and Engineering)".

    Konferensi dan workshop Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi atau “Membrane Technology for Desalination, Clear Water and Energy Efficiency” (MTFD Conference) 2014 berusaha untuk menyediakan forum bagi para peneliti dari industri dan akademisi untuk berbagi ilmu tentang kemajuan terbaru dalam "aplikasi membran", "teknologi desalinasi", "material baru untuk membran", "proses optimasi membran" dan banyak lagi. Pada konferensi ini akan dibuka diskusi tentang isu-isu penting yang mendasar, dari konsep-konsep dasar untuk pengaplikasian serta dampak dan prospek dari teknologi desalinasi yang melibatkan semua sektor, baik itu akademisi, penelitian, serta praktisi bisnis dan industri pemerintah.

    Berikut keterangan mengenai  Konferensi (Seminar) dan Workshop (Pelatihan) Teknologi Membran untuk Desalinasi Air Bersih dan Efisiensi Energi atau “Membrane Technology for Desalination, Clear Water and Energy Efficiency” (MTFD) 2014:


    Konferensi:

    Rabu, 29 Oktober 2014
    Bima Room, Bidakara Hotel, Jakarta, Indonesia

    Plenary Lectures :

    I. Trends & Development Energy Recovery For Desalination
    II. MJIIT : Membrane Technology (Japan) Prof. Akira Kobayashi: Functional Coating by Using Advance Plasma Technology

    Keynote Speaker :

    I.Pre-treatment Technology
    • Prof. Farid Fadhillah (Saudi Arabia): Application of Layer by Layer (LbL) assembly to prepare thin film composite RO/NF membrane for seawater desalination.
    II.Energy Efficient Technology
    • Dr. Yusuf Wibisono (UNIBRAW):
    The cause and counter measures of membrane fouling on two-phase flow for fouling control in membranes.
    III.New Membrane Material
    • Dr. Saiful (UNSYIAH): FO membrane application for desalination as new approach in water desalination.
    IV. Feasibility Of Desalination And Water Treatment
    • Prof I Gede Wenten (ITB): Intensification In Large Scale Swro Plant.
    • Dr. Ir. Arie Harie Herlambang, M.Si (BPPT): Implementatif Reverse Osmosis In Costal Area And Small Island In Indonesia.

    Workshop (Pelatihan):

    Kamis, 30 Oktober 2014
    Nakula & Sadewa Room, Bidakara Hotel, Jakarta, Indonesia

    1. Membrane Filtration Technology for Potable
    Applications:
    • Basic parameters of RO process
    • Commercial membranes and membrane module configurations
    • Water chemistry of the desalination process
    • RO system configuration
    • Membrane fouling and performance recovery
    • Bio-fouling Control in Seawater Reverse Osmosis (SWRO) Membranes
    2. Wastewater Treatment Technology
    • Basic principles WWTP units / WWT
    • Understand the importance of periodic evaluation unit WWTP / WWT
    • Understand how to optimize WWTP units / WWT so that it can reach the quality of
    the waste water more optimal according to government regulations.
    • Open a new discourse Biocleaner and AOP technologies in WWT optimization

    Bagi anda yang berminat silahkan daftar di "MTFD Conference 2014"

    Keterangan lengkap bisa anda baca di:

    komentar ( 1 ) | | Read More...

    Krisis air bersih diperkirakan akan terjadi pada 2030

    Seperti dituliskan pada artikel sebelumnya, bahwa masalah air bersih di Indonesia memang begitu memprihatinkan, dan sudah semestinya menjadi perhatian semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Karena apabila masalah air bersih ini tidak segera diatasi, krisis air bersih diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030. Bahkan menurut Arjun Thapan, Penasehat Senior ADB (Bank Pembangunan Asia) untuk infrastruktur dan Air, peningkatan permintaan air pada tahun 2030 diperkirakan akan mencapai 70-90% di Asia, dimana kekurangan suplai air mencapai 40%.

    Begitu peliknya masalah air bersih ini membuat para ahli berpendapat bahwa pada suatu saat nanti, akan terjadi “perarungan” untuk memperebutkan air bersih, sama halnya dengan pertarungan untuk memperebutkan sumber energi dan gas bumi. World Water Assesment Programme (WWAP)pun menegaskan bahwa krisi air di dunia akan memberi dampak yang mengenaskan, tidak hanya membangkitkan epidemic penyakit yang merenggut nyawa, tapi juga akan mengakibatkan bencana kelaparan.

    Perkiraan akan terjadinya krisis air bersih pada tahun 2030 seharusnya menyadarkan semua pihak, bahwa memang perilaku dan tangan manusia itu yang menyebabkan akan terjadinya krisis air bersih, baik dari sisi penggunaan air maupun kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh perilaku dan tangan manusia.

    Dari sisi penggunaan air, dapat dilihat bahwa banyak orang yang menganggap air itu merupakan benda sosial yang dapat mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa memahami dengan baik prinsip perlindungan terhadap  air. Seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya menggunakan air secara bijak (menghambur-hamburkan air bersih), di DAS juga sumber air baku (sungai) sering difungsikan langsung untuk berbagai kegiatan sehari-hari (mandi, mencuci bahkan membuang kotoran/sampah), dimana hal ini dapat menimbulkan pencemaran sungai secara langsung.

    Selain itu kerusakan-kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh tangan manusia juga membuat sumber air bersih menjadi berkurang. Seperti penggundulan hutan yang menyebabkan berkurangnya daya resap tanah terhadap air, sehingga timbulah kekeringan. Berdasarkan data Departemen Kehutanan, hingga tahun 2000 saja di seluruh wilayah Indonesia diketahui luas lahan kritis yang mengalami kerusakan parah mencapai 7.956.661 hektare (ha) untuk kawasan hutan dan 14.591.139 ha lahan di luar kawasan hutan. Sedangkan pada tahun yang sama rehabilitasi (penanaman kembali) yang dilakukan pemerintah hanya mampu menjangkau 12.952 ha kawasan hutan dan 326.973 ha di luar kawasan hutan.

    Faktor lain yang menyebabkan terjadinya krisis air bersih yaitu: pertambahan populasi dan persebaran penduduk yang tidak merata, dimana pemanfaatan sumber daya air bagi kebutuhan manusia semakin hari semakin meningkat. Di satu sisi kebutuhan akan sumber daya air semakin meningkat pesat dan di sisi lain kerusakan dan pencemaran sumber daya air semakin meningkat pula sebagai implikasi industrialisasi dan pertumbuhan populasi yang tidak disertai dengan penyebaran yang merata, sehingga menyebabkan masih tingginya jumlah orang yang belum terlayani fasilitas air bersih dan sanitasi dasar. Kemudian dapat kita lihat juga disini bahwa perilaku dan tangan manusialah menjadi faktor terjadinya krisis air bersih, dimana terjadinya pencemaran air yang sebagian besar disebabkan oleh aktifitas manusia yaitu adanya limbah pemukiman,  limbah pertanian, limbah industri termasuk pertambangan.



    Tak bisa kita bayangkan bagaimana bumi ini nantinya ketika krisis air global benar-benar terjadi, dimana air bersih akan sangat sulit ditemui. Saat ini saja, sepertiga penduduk bumi masih mengkonsumsi air yang bisa membahayakan kesehatan. Di Indonesia sendiri masalah air bersih ini menjadi masalah yang pelik, data menyebutkan bahwa pada tahun 2011 dari sekitar 200 jutaan penduduk Indonesia, baru 20% saja yang memiliki akses terhadap air bersih. Sedangkan sekitar 80%nya masih mengkonsumsi air yang tak layak bagi kesehatan. Bencana kekeringan juga terjadi di berberapa wilayah di Indonesia, bahkan hampir setiap tahunnya kekeringan ini melanda.

    Penyelamatan sumber-sumber air memang harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan demi mengatasi krisis air bersih ini, diantaranya adalah dengan menggalakan gerakan hemat air di semua sendi kehidupan, yang dapat dimulai dari hal paling kecil seperti pemanfaatan ulang air buangan untuk menyiram tanaman ataupun toilet, dan juga untuk sektor pertanian yang merupakan kegiatan ekonomi yang paling membutuhkan air. Upaya untuk mengatasi krisis air bersih bisa juga dengan menggalakan gerakan menanaman pohon; konservasi lahan, pelestarian hutan dan DAS; mengurangi pencemaran air, pembangunan tempat penampungan air hujan (seperti situ, embung, dan waduk); hingga pengembangan teknologi desalinasi untuk mengolah air asin (air laut) dan air payau menjadi air tawar, yang salah satunya bisa dengan menggunakan "teknologi membran Reverse Osmosis (RO) atau Osmosis Terbalik atau Osmosa Balik".

    Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Teknologi Membran Reverse Osmosis (RO) atau Osmosis Terbalik atau Osmosa Balik silahkan anda baca artikel kami di blog ini, atau silahkan anda kunjungi "enerba teknologi"

    sumber:
    slideshare
    alamendah
    duniaesai
    inilah.com



    komentar | | Read More...

    Masalah air bersih di Indonesia

    Masalah air bersih dan sanitasi merupakan masalah yang tak kunjung usai yang harus dihadapai pemerintah dan masyarakat di Indonesia. Padahal Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Air, dimana Indonesia memiliki enam persen persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan Asia pasifik, namun pada kenyataanya dari tahun ke tahun Indonesia mengalami krisis air bersih.

    Dari hasil penelitian Jim Woodcock, seorang konsultan masalah air dan sanitasi dari bank dunia, ada 100.000 bayi di Indonesia tewas setiap tahunnya yang disebabkan oleh diare, penyakit yang paling mematikan nomor dua setelah infeksi saluran pernapasan akut. Dan penyebab utama dari adanya penyakit tersebut tentu buruknya akses terhadap air bersih serta sanitasi. Datapun menyebutkan bahwa pada tahun 2011 dari sekitar 200 jutaan penduduk Indonesia, baru 20% saja yang memiliki akses terhadap air bersih, itupun kebanyakan di daerah perkotaan. Sedangkan sekitar 80% rakyat Indonesia masih mengkonsusmsi air yang tak layak untuk kesehatan.



    Walau dikatakan bahwa Indoesia merupakan Negara kaya akan ketersediaan air, namun potensi ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung berkurang akibat rusaknya daerah tangkapan air dan pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar 15-35% per kapita per tahun. Sedangkan kecenderungan konsumsi air bersih justru naik secara eksponensial. Data kementrian kesehatan menyatakan bahwa 60% sungai di Indonesia tercemar, mulai dari bahan organic sampai bakteri-bakteri penyebab diare seperti Coliform dan Fecal Coli. Air sungai yang seharusnya dapat menjadi sumber kehidupan warga sekitar, justru malah tercemar dan warnanya berubah menjadi hitam pekat, sehingga tidak layak untuk dijadikan air minum, mandi, serta mencuci. Bakteri E.Coli juga dijumpai pada 75% air sumur dangkal di perkotaan. Hal ini menyebabkan akses air bersih menjadi semakin sulit. Dan tentu saja hal itu berimbas pada kondisi kesehatan warga yang menjadi buruk.

    Bukan hanya itu saja, masalah buruknya sanitasi juga menjadi bagian yang ikut memperburuk masalah air bersih di Indonesia. Word Bank Water Sanitation Program (WSP) pada tahun 2013 lalu menyebutkan bahwa Indonesia berada di urutan kedua di dunia sebagai Negara dengan sanitasi buruk. PBB melansir data bahwa 63 juta penduduk Indonesia tidak memiliki toilet dan masih buang air besar sembarangan seperti di sungai, laut, atau permukaan tanah setiap harinya. Itu berarti, setiap hari ada belasan ribu ton tinja dan ratusan ribu meter kubik air seni yang mencemari lingkungan.

    Pemerintah Indonesia sendiri memperkirakan bahwa Indonesia mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 56 triliun rupiah (jumlah yang setara dengaN 2,3% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), hal itu diakibatkan dari buruknya kondisi air minum dan sanitasi. Tentu saja masalah air bersih di Indonesia ini adalah masalah bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia.

    Masalah air bersih memang menjadi masalah yang tak kunjung usai, semua orang memang perlu menyadari bersama bahwa air bersih itu begitu penting. Kesadaran akan pentingnya air bersih juga berhubungan erat dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan, dan sadar untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Disamping itu pengembangan teknologi juga dapat digunakan untuk pengolahan air bersih, salah satunya adalah "desalinasi" yaitu mengolah air asin (air laut) dan air payau menjadi tawar, dengan menggunakan teknologi Reverse Osmosis.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Reverse Osmosis (RO) atau Osmosa Tebalik silahkan anda ikuti artikel di blog ini atau kunjungi "enerba teknologi".


    sumber:
    kompasiana
    sindonews
    alamendah
    komentar ( 1 ) | | Read More...
     
    Design Template by panjz-online | Modified by EN-ilmair for enerba teknologi | Support by creating website | Powered by Blogger