Translate

News Update :

Masalah air bersih di Indonesia

Masalah air bersih dan sanitasi merupakan masalah yang tak kunjung usai yang harus dihadapai pemerintah dan masyarakat di Indonesia. Padahal Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Air, dimana Indonesia memiliki enam persen persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan Asia pasifik, namun pada kenyataanya dari tahun ke tahun Indonesia mengalami krisis air bersih.

Dari hasil penelitian Jim Woodcock, seorang konsultan masalah air dan sanitasi dari bank dunia, ada 100.000 bayi di Indonesia tewas setiap tahunnya yang disebabkan oleh diare, penyakit yang paling mematikan nomor dua setelah infeksi saluran pernapasan akut. Dan penyebab utama dari adanya penyakit tersebut tentu buruknya akses terhadap air bersih serta sanitasi. Datapun menyebutkan bahwa pada tahun 2011 dari sekitar 200 jutaan penduduk Indonesia, baru 20% saja yang memiliki akses terhadap air bersih, itupun kebanyakan di daerah perkotaan. Sedangkan sekitar 80% rakyat Indonesia masih mengkonsusmsi air yang tak layak untuk kesehatan.



Walau dikatakan bahwa Indoesia merupakan Negara kaya akan ketersediaan air, namun potensi ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung berkurang akibat rusaknya daerah tangkapan air dan pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar 15-35% per kapita per tahun. Sedangkan kecenderungan konsumsi air bersih justru naik secara eksponensial. Data kementrian kesehatan menyatakan bahwa 60% sungai di Indonesia tercemar, mulai dari bahan organic sampai bakteri-bakteri penyebab diare seperti Coliform dan Fecal Coli. Air sungai yang seharusnya dapat menjadi sumber kehidupan warga sekitar, justru malah tercemar dan warnanya berubah menjadi hitam pekat, sehingga tidak layak untuk dijadikan air minum, mandi, serta mencuci. Bakteri E.Coli juga dijumpai pada 75% air sumur dangkal di perkotaan. Hal ini menyebabkan akses air bersih menjadi semakin sulit. Dan tentu saja hal itu berimbas pada kondisi kesehatan warga yang menjadi buruk.

Bukan hanya itu saja, masalah buruknya sanitasi juga menjadi bagian yang ikut memperburuk masalah air bersih di Indonesia. Word Bank Water Sanitation Program (WSP) pada tahun 2013 lalu menyebutkan bahwa Indonesia berada di urutan kedua di dunia sebagai Negara dengan sanitasi buruk. PBB melansir data bahwa 63 juta penduduk Indonesia tidak memiliki toilet dan masih buang air besar sembarangan seperti di sungai, laut, atau permukaan tanah setiap harinya. Itu berarti, setiap hari ada belasan ribu ton tinja dan ratusan ribu meter kubik air seni yang mencemari lingkungan.

Pemerintah Indonesia sendiri memperkirakan bahwa Indonesia mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 56 triliun rupiah (jumlah yang setara dengaN 2,3% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), hal itu diakibatkan dari buruknya kondisi air minum dan sanitasi. Tentu saja masalah air bersih di Indonesia ini adalah masalah bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia.

Masalah air bersih memang menjadi masalah yang tak kunjung usai, semua orang memang perlu menyadari bersama bahwa air bersih itu begitu penting. Kesadaran akan pentingnya air bersih juga berhubungan erat dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan, dan sadar untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Disamping itu pengembangan teknologi juga dapat digunakan untuk pengolahan air bersih, salah satunya adalah "desalinasi" yaitu mengolah air asin (air laut) dan air payau menjadi tawar, dengan menggunakan teknologi Reverse Osmosis.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Reverse Osmosis (RO) atau Osmosa Tebalik silahkan anda ikuti artikel di blog ini atau kunjungi "enerba teknologi".


sumber:
kompasiana
sindonews
alamendah
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

4 Februari 2015 19.08

makasih gan

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog pengolahan air bersih, semoga artikel yang baru saja anda baca bermanfaat.. Silahkan berkomentar dengan bijak..

 
Design Template by panjz-online | Modified by enerba teknologi | Support by creating website | Powered by Blogger